Punakawan

Punakawan
by picasaweb.google

Selasa, 14 Desember 2010


WAYANG
WAYANG
cerita wayang

PUNAKAWAN

Dalam dunia Pewayangan dikenal pula  Punakawan atau panakawan yaitu sebagai pendamping para raja dan kesatria, sedangkan untuk Permaisuri atau putetri raja dikenal dengan biyung emban. Tugas punakawan atau biyung emban adalah menghibur bendoronya (majikannya),

Seperti Punakawan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong bertugas menghibur  para raja dan satria. Setelah turun dari Kahyangan, untuk pertama  kalinya mereka mmengabdi pada Begawan Manumayasa.di Saptaharga. Kemudian turun temurun mengabdi pada Bambang Sekutrem atau ada yang menyebut dengan Bambang Setrukem, kemudian Bambang Sakri, Bambang Palasara, Prabu Abiyasa, kemudian Prabu Pandu dan juga ngemong para Pandawa.ketika masih kecil. Tugas mereka menghibur, menyanyi bersen dau gurau. Juga mengingatkan apabia majikanny ada yang lupa berbuat tidak wajar, merekalah yang memberi nasehat, Juga mereka memberi semangat majikannya yang mengalami kesedihan, mengalami musibah, atapun ada pikiran yang mengganggu mereka.

Sedangkan Panakawan Togog dan Sarawita, bertugas ngemong para raja dan satria raksasa, serta para satria dari golongan manusia yang angkara murka, mereka mengabdi di negara negara Alengka, Trajutrisna, yaitu  negeri Prabu Bomanarakasura, negara Tirta Kadasar, negerinya Kartapiiyoga dan negara negara ciptaan dalam cerita cerita carangan.

Tugas disamping menghibur, mereka juga mengendalikan perbuatan perbuatan yang sekiranya nasar, membahayakan orang banyak. Ketika mereka akan menyerang negeri Pandawa, oleh Togog ditakut takuti,kalau kesatria Pandawa sakti sakti, siapa saja yang menyerang mereka pasti akan mati. Namun para raja dan satria raksasa tentunya tidak percaya, bahkan lebih bersemangat untuk meneruskan niatnya. Mereka tidak percaya kata kata punakawannya,sebelumereka merasakan sendiri  dipukuli orang orang Pandawa.

Togog dan Sarawita ditugaskan ngabdi ke negara Alengkadiraja. Negara  yang suka membuat bencana, seperti peperangan dimana mana, di Lokapala di Maespati di Ayodya. Bahkan menyerang kahyangan. Kemudian membuat ulah dengan Prabu Rama. 

Sedangkan Semar, Gareng, Petruk dab Bagong, ngabdi di Mahespati, Pancawati. Sampai terjadi perang besar antara Alengkadiraja dan Pancawati.

Setelah perang Alengkadiraja dan Pancawati usai,  Semar, Gareng, Petruk dan Bagong di boyong ke Indraprasta, yaitu menjelang Perang Baratayuda. Demikian juga Togog dan Sarawita pergi ke Astina.

Mereka menunaikan tugas Sanghyang Tunggal, ayahanda Togog dan Semar, Mereka menurut perintah Sanghyang Tunggal, kemana mereka akan mengabdi, semua telah di atur oleh Sanghyang Tunggal.

Sedangkan biyung emban, yang terkenal adalah Cangik dan Limbuk. Mereka mengabdi pada Dewi Banowati dan puterinya Dewi Lesmanawati ditaman Kadilengeng,Istana Astina. Mereka selalu menghibur majikannya, apalagi kalau lagi ada masalah. Mereka bercanda, bersenandung, menari dan semua akal dan daya mereka keluarkan, sampai bisa mermbikin majikannya ketawa gembira.

Disamping didalam cerita wayang purwa, seperti yang telah kami sebutkan diatas, di dalam cerita Wayang Gedog, juga ada punakawan, yaitu Bancak dan Doyok, mereka mengabdi pada Raden Panji Asmara Bangun, putra mahkota kerajaan Jenggala.


Sedangkan punakawan Kerajaan Daha, adalah Jodeh, Prasanta dan Kartala. Ketiga punakawan ini yang mendampingi kepergian Dewi Candrakirana dari Daha, yang kemudian mendirikan Kerajaan Panji Semirang. 

Kemudian pada wayang Klitik, yaitu kisah Damarwulan, dimasa Majapahit juga ada punakawan, yaitu Noyogenggong dan Sabdapalon. Mereka lucu juga, pandai menghibur majikannya. 


Sedangkan di pihak Menakjingga juga ada punakawan, Dayun. Ia orang kepercayaan Menakjingga. Ia pula yang menyelamatkan Menakjingga dari kematian.

Mari kita saksikan bersama mereka..






Dihimpun oleh Wayang Wayang
dari sumber: Album Tokoh Wayang


mohon maaf dan terimakasih,


WAYANG WAYANG








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar